Lewati ke konten

Silsilah 28 Shifatul Huruf- Al Isti'la dan Al Istifal

Penulis: Abu Hanifa Muhamad Muslih | Tanggal Rilis Asli: July 06, 2021
Sumber: Tautan Telegra.ph

Bab : Shifatul Huruf - Shifat yang memiliki lawan 

Pembahasan : Al Isti’la’ dan Istifal

Shifat Al Isti'la' dan Al Istifal ditinjau dari arah suara (sumber gambar: Tajwid Al Mushawwar)

Shifat Al Isti’la’ dan Al Istifal ditinjau dari arah suara (sumber gambar: Tajwid Al Mushawwar)

Pembahasan Al Hams dan Al Jahr berkaitan dengan aliran Nafas/udara, pembahasa Asy Syiddah dan Rakhawah berkaitan dengan aliran Suara. Maka pembahasan Al Isti’la dan Al Istifal berkaitan dengan arah suara.

A. Shifat Al Isti’la’

1. Definisi Al Isti’la’

Secara Bahasa Al Isti’la’ adalah Al ‘Uluw wa Al Irtifa’ (الْعُلُوُّ وَالْإِرْتِفَاعُ) yang berarti tinggi atau terangkat. 

Secara Istilah Al Isti’la’ adalah :

اِرْتِفَاعُ أَقْصَى اللِّسَانِ إِلَى الْحَنَكِ الْأَعْلَى عِنْدَ النُّطْقِ بِالْحَرْفِ فَيَرْتَفِعُ مَعَهُ الصَّوْتُ

Terangkatnya pangkal lidah ke langit-langit bagian atas, ketika mengucapkan hurufnya maka suarapun ikut naik pula (tebal)

Dinukil dari Taisurahman Fi Tajwidil Quran ,Al Wadhih Fi Ahkamit Tajwid dan Hidayatul Qari.

Sebab utama terjadinya Shifat Isti’la’ adalah karena suara diarahkan ke langit-langit bukan semata-mata terangkatnya pangkal lidah. Hal ini terbukti ketika pengucapan huruf ك pangkal lidah naik ke langit-langit namun tidak terjadi penebalan karena suara tidak di arahkan ke langit-langit. Demikian pula huruf-huruf tipis yang berharakat dhammah.

2. Jumlah Huruf-Huruf Isti’la’

Al Imam Ibnul Jazari berkata :

وَسَبْعُ عُلْوٍ خُصَّ ضَغْـطٍ قِـظْ حَصَـرْ

Dan ada tujuh huruf yang tinggi (lidah tegang dan terangkat saat mengucapkannya, Isti’la, lawan dari Istifal), terangkum dalam “Khushsha Dhaghthin Qizh” (artinya menetaplah dalam gubuk bambu yang kecil, lalu bangunlah)

(Muqaddimah Jazariyyah bait ke 22)

7 huruf Isti’la adalah:

1. خ

2. ص

3. ض

4. غ

5. ط

6. ق

7. ظ

3. Cara Pengucapan Huruf-huruf Isti’la’

Ketika pengucapan huruf-huruf Isti’la terjadi hal-hal sebagai berikut:

a. Terangkatnya pangkal lidah ke langit-langit

b. Terjadi Cekungan di tengah lidah

c. Tenggorokan menyempit

d. Suara naik ke langit-langit

e. Suara menebal

Huruf-huruf Isti’la’ semuanya adalah mufakhlhomah (tafkhim dibaca tebal) baik dalam keadaan sukun, fathah, kasrah maupun dhammah. Akan tetapi tingkat ketebalannya berbeda-beda tergantung Shifat dan harakatnya. Hal tersebut akan dibahas pada pembahasan Maratibut Tafkhim (Tingkat Ketebalan Huruf)

4. Contoh dan Latihan Pengucapan huruf-huruf Isti’la

خ : خَتَمَ، خُلِقَ، خِلاَلٌ

ص: صَبَرَ، صُنْعَا، صِهْرًا

ض: ضَرَبَ، ضُحَى، ضِغْثًا

غ: غَفَرَ، غُلْبًا، غِلْمَانٌ

ط: طَفِقَ، طُبِعَ، طِفْلًا

ق: قَدَرَ، قُتِلَ، قِطَعًا

ظ: ظِهَرَ، ظُلِمَ، ظِلَالًا

Dari sini Huruf ص، ض، ط dan ظ lebih tebal dari yang lainnya karena memiliki shifat Ithbaq, yang akan dibahas pada silsilah selanjutnya.

B. Shifat Al Istifal

Lawan dari Shifat Isti’la’ adalah Istifal

1. Definisi Al Istifal

Secara Bahasa Al Istifal berarti Al Inkhifadh (الإِنْخِفَاضُ) yang artinya merendah atau menurun adapun secara istilah Al Istifal adalah:

اِنْخِفَاضُ اللِّسَانِ إِلَى قَاعِ الْفَمِ عِنْدَ النُّطْقِ بِالْحَرْفِ فَيَنْخَفِضُ مَعَهُ الصَّوتُ

Menurunnya lidah ke dasar mulut tatkala mengucapkan hurufnya, maka

suarapun tidak naik pula (tipis)

Dinukil dari Taisurahman Fi Tajwidil Quran ,Al Wadhih Fi Ahkamit Tajwid dan Hidayatul Qari.

Inti dari penyebab Shifat Istifal adalah tidak naiknya suara ke langit-langit atas, adapun lidah terkadang ada yang naik ke langit-langit baik ujungnya, tengahnya maupun pangkalnya.

2. Jumlah huruf-huruf Istifal

Huruf-huruf Istifal adalah selain huruf-huruf Isti’la’ yang 7, sehingga jumlahnya ada 22 huruf yang terkumpul pada kalimat :

ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ إِذْ سَلَّ شَكَّ

(Artinya: Tetap jaya orang yang mentajwidkan huruf-huruf Al-Quran, karena 

ia telah lulus dari keraguan)

1. ث

2. ب

3. ت

4. ع

5. ز

6. م

7. ن

8. ي

9. ج

10. و

11. د

12. ح

13. ر

14. ف

15. ھ

16. ء

17. ذ

18. س

19. ل

20. ش

21. ك

22. ا

Dari 22 huruf Istifal , 3 huruf diantaranya terkadang dibaca tafkhim/tebal yaitu : ا، ل dan ر

3. Cara Pengucapan huruf-huruf Istifal

Pada pengucapan huruf-huruf Istifal yang terjadi adalah:

a. Arah suara tidak naik ke langit-langit

b. Suara tipis

Semua huruf-huruf Istifal hukumnya adalah muraqqaqah (tarqiq dibaca tipis) kecuali tiga huruf yang telah disebutkan diatas dalam keadaan tertentu dapat menebal.

4. Contoh dan Latihan Pengucapan huruf-huruf Istifal :

ث : ثَقُلَتْ

ب: بَعَثَ

ت: تَوَلَّى

ع: عَزَمَ

ز: زَرَعَ

م: مَنَعَ

ن: نَكَثَ

ي: يَدَكَ

ج: جَعَلَ

و: وَعَدَ

د: دَخَلَ

ح: حَكَمَ

ر: رَفَعَ

ف: فَعَلَ

ھ: هَلَكَ

ء: أَخَذَ

ذ: ذَهَبَ

س: سَلَكَ

ل: لَلَبِثَ

ش: شَكَرَ

ك: كَتَبَ

ا: مَا

C. Hal-hal yang harus diperhatikan

Diantara kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pengucapan huruf-huruf Isti’la dan Istifal adalah:

1. Menipiskan huruf-huruf Isti’la sehingga berubah menjadi huruf-huruf lain.

Huruf ط menjadi ت misal : يُطِيعُ dan yang lainnya. Atau kebalikannya menebalkan huruf-huruf Istifal sehingga berubah menjadi huruf-huruf yang lain khususnya ketika berharakat Dhammah. 

Huruf س menjadi huruf ص misalnya : سُورَةٌ

2. Menipiskan huruf-huruf Isti’la atau mengurangi kadar ketebalannya namun tidak mengubahnya menjadi huruf yang lain. 

Misal kata غَيْرِ. Kebalikannya menebalkan huruf-huruf Istifal namun tidak sampai berubah menjadi huruf lain, biasanya karena bersinggungan dengan huruf-huruf tebal. Misal : وَبَطَلَ

3. Berlebihan menebalkan huruf-huruf Isti’la melebihi kadarnya, khususnya pada saat berharakat Kasrah , misalnya الْمُسْتَقِيمَ. 

Wallahu A’lam