Lewati ke konten

Silsilah 27 Shifatul Huruf-Asy Syiddah, Ar Rakhawah dan Al Bainiyyah

Penulis: Abu Hanifa Muhamad Muslih | Tanggal Rilis Asli: June 23, 2021
Sumber: Tautan Telegra.ph

Bab : Shifatul Huruf - Shifat yang memiliki lawan 

Pembahasan : Syiddah, Rakhawah dan Tawassuth

Pembahasan Al Hams dan Al Jahr berkaitan dengan aliran Nafas/udara maka pembahasa Asy Syiddah dan Rakhawah berkaitan dengan aliran Suara.

A. Shifat Syiddah

1. Definisi Asy Syiddah

Secara bahasa Asy Syiddah berarti Al Quwwah (الْقُوَّةُ) yang artinya kuat 

Secara istilah Asy Syiddah yaitu :

اِنْحِبَاسُ جَرَيِ الصَّوتِ عِنْدَ النُّطْقِ بِالْحَرْفِ لِقُوَّةِ الْإِعْتِمَادِ عَلَى المَخْرَجِ

Tertahannya aliran suara ketika pengucapan hurufnya karena kuatnya sandaran makhraj (Dirasat Makharijul Huruf Wash Shifat)

Maksud suara disini adalah bunyi yang keluar dengan disengaja, memiliki gelombang yang terbentuk dari benturan dua benda. (Al Manahul Fikriyyah)

Syaikh Utsman bin Sulaiman Murad berkata :

والرِخوُ جَرىُ الصوتِ والشِّدَةُ لا…

Dan Ar Rakhawah adalah mengalirnya aliran suara adapun Syiddah tidak (mengalir) (As Salsabilu Asy Syafi bait ke 134)

2. Jumlah Huruf-huruf Syiddah

Imam Ibnul Jazari berkata :

شَدِيْدُهَـا لَفْـظُ أَجِــدْ قَــطٍ بَـكَـتْ

Sifat Syiddah, (yang merupakan lawan dari sifat Rakhawah) huruf-hurufnya “Ajid Qathin Bakat”(artinya : Aku menemukan Qath menangis) yakni Hamzah, Jim, Dal, Qaf, Tha, Ba, Kaf, dan Ta. Berjumlah 8 (delapan) huruf sebagai berikut :

1. ء

2. ج

3. د

4. ق

5. ط

6. ب

7. ك

8. ت

3. Pengucapan Huruf-Huruf Syiddah

Yang terjadi pada pengucapan huruf-huruf Syiddah adalah.

a. Suara yang keluar kuat akibat benturan pada makhraj

b. Dalam keadaan sukun setelah membentur makhraj suara tertahan dan setelahnya akan terjadi satu dari tiga kemungkinan Sebagai berikut:

Pertama terjadi Pantulan Qalqalah pada huruf-huruf Qalqalah yang 5, dari sini dapat disimpulkan semua huruf Qalqalah adalah huruf-huruf syidddah, Kedua Mengalirnya Nafas yaitu pada 2 huruf Syiddah yang Hams yaitu ك dan ت, ketiga tidak keluar apapun yaitu huruf tersebut menekan kuat pada huruf ء. 

4. Contoh dan Latihan pengucapan huruf Syiddah

ء : كَأْسًا

ج : أَجْعَلْ

د: أَدْعُوا

ق: أَقْسَطُ

ط: أَطْمَعُ

ب: أَبْلُغَ

ك: أَكْثَرُ

ت: أَتْرَابٌ

Dari sini diketahui Huruf Syiddah yang Jahr berjumlah 6 huruf (pertama), dan yang Hams 2 huruf (terakhir)

Bagan Shifat Syiddah (sumber gambar : Modul Dauroh Syarah Muqaddimah Al Jazariyyah)

Bagan Shifat Syiddah (sumber gambar : Modul Dauroh Syarah Muqaddimah Al Jazariyyah)

B. Shifat Ar Rakhawah

Rakhawah adalah lawan dari shifat Syiddah.

1. Definisi Ar Rakhawah 

Secara bahasa Ar Rakhawah berarti Al Lin (اللِّينُ) yang artinya lunak atau lembut

Secara Istilah Rakhawah adalah:

جَرَيَانُ الصَّوْتِ عِنْدَ النُّطْقِ بِالْحَرْفِ لِضَعْفِ الْإِعْتِمَادِ عَلَى المَخْرَجِ

Mengalirnya bunyi suara ketika mengucapkan hurufnya, karena lmahnya sandaran pada makhraj (Fathu Rabbil Bariyyah)

2. Jumlah Huruf-huruf Rakhawah

Imam Ibnul Jazari berkata menganai shifat-shifat berlawanan yang hurufnya lebih banyak :

صِفَاتُهَـا جَـهْـرٌ وَرِخْــوٌ

Sifat-sifat huruf itu di antaranya: Jahr (jelas/ tertahannya udara), Rakhawah (mengalirnya suara) (Al Muqaddimah Al Jazariyyah bait ke 20)

Kemudian beliu menyebutkan huruf-huruf Syiddah yang berjumlah 8 huruf pada bait ke 21 dan pada bait ke 22 disebutkan huruf-huruf yang tidak masuk pada shifat Syiddah maupun Rakhawah :

وَبَيْـنَ رِخْـوٍ وَالشَّدِيـدِ لِـنْ عُمَـرْ

Dan di antara sifat Rakhawah dan Syiddah ada sifat pertengahan (bayniyah/ tawassuth), yang huruf-hurufnya terkumpul dalam “Lin ‘Umar yang berjumlah 5 huruf.

Maka jumlah huruf-huruf Rakhawah adalah sisa huruf yang tidak disebutkan, sebanyak 16 huruf yang terkumpul pada kalimat :

خُذْ غِثَّ حَظَّ فَضَّ شَوْصُ زَيَّ سَاهٍ

(Artinya: Ambillah bagian yang sedikit, Syaush membagikan pakaian kepada 

orang yang lupa)

1. خ

2. ذ

3. غ

4. ث

5. ح

6. ظ

7. ف

8. ض

9. ش

10. و

11. ص

12. ز

13. ي

14. س

15. ا

16. ھ

3. Cara pengucapan huruf-huruf Rakhawah

Ketika pengucapan huruf-huruf rakhawah yang terjadi adalah:

a. Suara yang keluar lemah dan mengalirnya suara dengan sempurna

b. Ketika keadaan sukun, suara mengalir dengan lebih nampak dan durasi huruf lebih panjang dari huruf-huruf lainnya.

4. Contoh dan Latihan Pengucapan Huruf-huruf Rakhawah

خ: أَخْلَدَهُ

ذ: أذْبَحُكَ

غ: أغْفَلْنَا

ث: أَثْمَرَ

ح: أَحْمَدُ

ظ: أَظْهَرَهُ

ف: أَفْصَحُ

ض: أَضْحَكَ

ش: أَشْرَكُوا

و: أَوْفَى

ص: أَصْحَابُ

ز: أَزْرِي

ي: أَيْقَاظَا

س: أَسْفَلَ

ا: مَالِ

ھ: أَھْلُ

Dari sini kita mengetahui apabila kita menekan huruf-huruf Rakhawah ketika sukun makan suara akan semakin mengalir.

C. Shifat Tawassuth (Pertengahan antara Syiddah dan Rakhawah)

Apabila Asy Syiddah tertahannya suara, Ar Rakhawah mengalirnya suara, namun sebagian huruf mengalir sebagian/sedikit suara saja. Maka huruf-huruf tersebut dimasukkan ke dalam shifat antara syiddah dan Rakhawah atau dikenal dengan shifat Tawassuth atau Bainiyyah.

1. Definisi Shifat At Tawassuth 

At Tawassuth secara bahasa berarti Al I’tidal (الْإِعْتِدَالُ) yang berarti pertengahan shifat ini biasa disebut Al Bainiyyah atau Baina Baina (shifat antara).

Secara Istilah Al Bainiyyah adalah :

الجَرَيَانُ الجُّزْعِيُّ لِلصَّوْتِ عِنْدَ فِى مَخْرَجِ الْحَرْفِ الْبَينِي بِسَبَبِ عَدَمِ كَمَالِ غَلْقِهِ

Mengalirnya sebagian suara pada pengucapan huruf Bainiyyah (tawassuth) disebabkan tidak tertutupnya makhraj dengan sempurna (Tajwid Al Mushawwar)

2. Jumlah huruf-huruf Bainiyyah

Imam Ibnul Jazari berkata :

وَبَيْـنَ رِخْـوٍ وَالشَّدِيـدِ لِـنْ عُمَـرْ 

Dan di antara sifat Rakhawah dan Syiddah ada sifat pertengahan (bayniyah/ tawassuth), yang huruf-hurufnya terkumpul dalam “Lin ‘Umar” (Lembutlah wahai ‘Umar), yakni Lam, Nun, ‘Ain, Mim, dan Ra. 

Jumlah hurufnya ada 5 yaitu :

1. ل

2. ن

3. ع

4. م

5. ر

3. Pengucapan Huruf-huruf Bainiyyah

a. Pada Keadaan sukun terjadi aliran suara yang ringan dan lebih pendek dari huruf-huruf Rakhawah.

b. Pada huruf ل aliran suara keluar dari samping lidah kiri dan kanan

Bainiyyah pada huruf Lam (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Bainiyyah pada huruf Lam (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

c. Pada Huruf ر aliran suara keluar dari celah kecil lidah di tengah ujung lidah

Bainiyyah pada huruf ر (sumber gambar : Tajwid Mushawwar)

Bainiyyah pada huruf ر (sumber gambar : Tajwid Mushawwar)

d. Pada huruf ن dan م aliran suara keluar dari rongga hidung (ghunnah) ketika tertutupnya makhraj pada mulut 

Bainiyyah pada huruf Nun dan Mim (sumber gambar: Tajwid Al Mushawwar)

Bainiyyah pada huruf Nun dan Mim (sumber gambar: Tajwid Al Mushawwar)

e. Pada huruf ع aliran suara terjadi karena kembalinya bagian epiglotis ke arah belakang

Bainiyyah pada huruf ع (sumber gambar: Tajwid Al Mushawwar)

Bainiyyah pada huruf ع (sumber gambar: Tajwid Al Mushawwar)

4. Contoh dan Latihan Pengucapan huruf-huruf Bainiyyah

ل: أَلْوَانُهُ

ن: أنْعَمَ

ع: أَعْلَمُ

م: أَمْلَيْتُ

ر: أَرْحَمُ

D. Durasi (Ukuran Panjang) Pengucapan Huruf

1. Pada huruf-huruf Berharakat

Pada huruf-huruf berharakat durasi huruf sama (Mutasawiyah) baik huruf-huruf Syiddah, Rakhawah maupun bainiyyah misal :

صَرَبَ

Syiddah = Rakhawah = Bainiyyah

Dan Hakarat Fathah =Harakat Kasrah= Harakat Dhammah, misal :

كُتِبَ

2. Pada huruf-huruf yang sukun

Durasi huruf ketika sukun (sumber gambar : Modul Dauroh Syarah Muqaddimah Al Jazariyyah)

Durasi huruf ketika sukun (sumber gambar : Modul Dauroh Syarah Muqaddimah Al Jazariyyah)

Pada huruf-huruf yang sukun maka durasi huruf berbeda sesuai dengan sifatnya masing-masing.

Huruf Rakhawah sedikit lebih panjang dari huruf Bainiyyah

Huruf Bainiyyah sedikit lebih panjang dari huruf Syiddah. Berlalu kebalikannya. Dan durasi tersebit disesuaikan dengan tempo/kecepatan bacaannya baik bacaan lambat (tahqiq), sedang (tadwir) maupun cepat (hadr)

E. Hal-hal yang harus diperhatikan

Diantara kesalahan-kesalahan yang sering terjadi adalah:

1. Tidak mengalirkan suara pada huruf-huruf Rakhawah semisal huruf ض، ظ ذ dan yang lainnya. Termasuk tidak mengalirkan sedikit suara huruf bainiyyah ketika sukun sehingga terjadinya seperti suara pantulan (Qalqalah) seperti pada huruf ل, ن dan م;

2. Mengalirkan suara secara berlebihan huruf Rakhawah ketika sukun, sehingga panjangnya menyerupai ukuran madd;

3. Menambah ukuran panjang pada huruf-huruf beharakat seperti ayunan ringan, sehingga kadar 1 harakat menjadi bertambah (Isyba’/Tawallud/Tamthith)

4. Tidak samanya durasi huruf rakhawah yang satu dengan yang lainnya atau huruf bainiyyah yang satu dengan yang lainnya.

Wallahu A’lam