Lewati ke konten

Silsilah ke-9 Muqaddimah- Organ-Organ Pengucapan

Penulis: Abu Hanifa Muhamad Muslih | Tanggal Rilis Asli: February 17, 2021
Sumber: Tautan Telegra.ph

📹 SILSILAH ILMU TAJWID

📓 Bab : Muqaddimah

🗓 Rabu, 17 Februari 2021

🔄 SILSILAH KE-10

Organ-organ Pengucapan

5 Makhraj Secara Umum (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

5 Makhraj Secara Umum (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Secara Umum/Global Organ-organ pengucapan yang darinya keluar huruf terdiri dari 5 tempat :

Organ-Organ Pengucapan Utama (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Organ-Organ Pengucapan Utama (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

A. Al Jauf (Rongga Mulut dan Tenggorokan)

Al Jauf atau Rongga Tenggorokan dan Rongga Mulut (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Al Jauf atau Rongga Tenggorokan dan Rongga Mulut (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Ini adalah Makhraj Muqaddar yang tidak memiliki sandaran pada organ tertentu sehingga tidak dapat ditunjuk secara spesifik.

B. Al Halq (Tenggorokan)

Pembagian Al Halq atau Tenggorokan (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Pembagian Al Halq atau Tenggorokan (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Tenggorokan adalah saluran atau tabung yang ukurannya kira-kira sepanjang 12 sentimeter. Tenggorokan menjalar dari belakang hidung sampai ke bagian kerongkongan. Amandel, bagian belakang lidah, dan langit-langit lunak semuanya adalah bagian dari tenggorokan. Cabang dari tenggorokan adalah kerongkongan, yang berfungsi membawa makanan ke perut dan trakea yang membawa udara ke paru-paru. Organ ini, merupakan bagian dari sistem pernapasan sekaligus sistem pencernaan. Di dalam dunia medis, tenggorokan disebut juga dengan istilah faring.

Pada Tenggorokan terdapat Organ-Organ Pengucapan diantaranya, Pita Suara, Katup Epiglotis, Akar Lidah dan Langit-langit Lunak. Tenggorokan dibagi menjadi tiga bagian :

1. Minthaqah Aqshal Halq (Area Pangkal Tenggorokan) yaitu pada organ Pita Suara (al-Autar Ash-Shoutiyyah)

Pita suara merupakan jaringan elastis di kotak suara (laring) yang terletak di pangkal tenggorokan. Ketika seseorang berbicara atau membaca Al-Qur’an dengan suara yang jahr, udara dari paru-paru keluar melewati pita suara dan menimbulkan getaran. Getaran inilah yang menghasilkan suara.

2. Minthaqah Wasatul Halq (Area Tengah Tenggorokan) yaitu pada organ Katup Epiglotis (Lisanul Mizmar)

Epiglotis merupakan katup berbentuk daun yang terletak di belakang lidah. Katup ini berfungsi menutup batang tenggorokan pada saat seseorang menelan, agar makanan atau cairan tidak masuk ke saluran pernapasan.

3. Minthaqah Adnal Halq (Area Tenggorokan bagian Luar) yaitu pada Organ Akar lidah (Jadzrul Lisan).

Akar lidah atau disebut juga Dasar lidah yang terletak di bagian sepertiga belakang. Bagian lidah ini terletak di mulut bagian belakang yang dekat dengan tenggorokan. dasar lidah tidak bisa digerakkan secara bebas dan terhubung ke lantai mulut. Bagian inilah yang menempel dengan tulang hyoid dan tulang rahang bawah.

C. Al Lisan (Lidah)

Lidah Adalah organ yang berada dalam mulut, pada Mulut terdapat organ-organ pengucapan diantaranya adalah Lidah, Gigi dan Langit-langit atas. Berikut Penjabatannya

1. Al-Hanakul A’la atau Langit-langit atas (palatum)

Langit-langit Atas (sumber  Al Mushawwar)

Langit-langit Atas (sumber :Tajwid Al Mushawwar)

Langit-langit atas adalah atap rongga mulut yang memisahkan rongga mulut dengan rongga hidung, terdiri atas Langit-langit keras (palatum durum) dan langit-langit lunak (palatum molle). Diantara bagian-bagian langit-langit adalah :

a) Al-Litsah (Gusi)

Gusi adalah jaringan lunak berwarna merah muda yang memiliki fungsi sebagai tempat di mana gigi-gigi berada.

b) Al-Hanakul Azhmiy (Langit-langit Keras)

Yaitu bagian keras pada langit-langit mulut (tulang) yaitu pada bagian depan yang permukaannya tertutup oleh selaput lendir mulut.

c) Al-Hanakul Lahmiy (Langit-langit Lunak)

Yaitu bagian lunak pada langit-langit mulut yaitu pada bagian belakang (seperti daging/elastis) terdiri dari sejumlah otot yang berfungsi mengatur pembukaan dan penutupan rongga hidung atau rongga mulut.

d) Al-Lahah (Anak Tekak/Uvula)

Anak tekak merupakan sebutan untuk katup pengatur lalu lintas makanan dan udara yang terletak di pangkal mulut. Bentuknya seperti daging kecil dengan warna kemerahan.

2. Al-Lisan atau Lidah

Bagian-bagian Lidah (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Bagian-bagian Lidah (sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Lidah merupakan indera pengecap yang terdiri dari kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut dan memiliki berbagai macam fungsi. Selain berfungsi sebagai pengecap, lidah juga memiliki beberapa fungsi utama, antara lain membantu berbicara atau berkomunikasi, mengunyah, dan menelan makanan.

Ditinjau dari fungsi pengucapannya, lidah dibagi menjadi empat bagian yaitu :

a) Aqshal Lisan (Pangkal Lidah)

Yaitu bagian belakang lidah, terdapat banyak sel sensorik yang mendukung fungsi lidah untuk merasakan dan menyentuh sesuatu yang masuk ke mulut.

b) Wasathul Lisan (Tengah Lidah)

Yaitu bagian tengah lidah atau badan lidah Bagian ini bisa digerakkan secara bebas dan bertanggung jawab atas beberapa fungsi lidah.

c) Hafatul Lisan (Tepi Lidah atau Pinggir Lidah)

Bagian ini meliputi lidah bagian tepian lidah dari belakang hingga ke depan (ujung) serta kanan dan kiri (tepi). Tepi lidah bisa bergerak dengan bebas ke depan, belakang, kanan, maupun ke kiri. Dan bagian ini dibagi kembali menjadi Aqshal Hafah (Pangkal Tepi Lidah), Adnal Hafah (Ujung tepi lidah) dan Muntahal Hafah (Bagian Tepi lidah yang berada di bagian paling ujung atau penghabisan dari ujung lidah atau kepala lidah)

d) Tharaful Lisan (Ujung Lidah)

Sesuai namanya, ujung lidah adalah bagian lidah paling depan, dekat dengan bagian belakang gigi seri. Sama seperti badan lidah, ujung lidah juga bisa digerakkan dengan bebas.

3. Al-Asnan atau Gigi-gigi

Gigi-gigi Manusia ( sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Gigi-gigi Manusia ( sumber : Tajwid Al Mushawwar)

Gigi adalah bagian kecil dan keras yang terdapat di rahang atas atau bawah mulut manusia merupakan salah satu bagian paling kuat pada tubuh manusia. Strukturnya yang bervariasi memungkinkan gigi melakukan banyak fungsi. Fungsi utama dari gigi adalah untuk merobek dan mengunyah makanan. Termasuk diantaranya sebagai organ pengucapan. Gigi terbuat dari protein dan mineral, serta kalsium

Pada anak-anak total jumlah gigi adalah sebanyak 20, sedangkan jumlah gigi orang dewasa bertambah hingga 32. Setiap jenis gigi tersebut memiliki bentuk yang sedikit berbeda dan memiliki fungsinya masing-masing.

Namun yang akan dijelaskan pada kesempatan kali ini adalah gigi-gigi yang digunakan pada pengucapan huruf-huruf Arab. Yaitu meliputi :

a) Gigi Seri (Ats Tsanayâ)

Gigi seri terletak di posisi depan mulut yang berperan dalam menggigit makanan. Umumnya, setiap orang memiliki empat buah gigi seri yang terletak di bagian atas dan empat di bagian bawah. Gigi seri biasanya menjadi gigi pertama yang muncul pada saat bayi berusia 6 bulan.

Yang digunakan pada pengucapan orang arab adalah 2 gigi seri atas atau disebut Ats-Tsanâyâl ‘Ulyâ dan 2 gigi seri bawah atau Ats-Tsanâyas Suflâ

b) Gigi Geraham (Al-Adhros)

Gigi geraham merupakan gigi paling besar dan kuat di antara lainnya. Fungsi gigi geraham adalah untuk mengunyah dan menggiling makanan. Umumnya orang dewasa memiliki delapan gigi Premolar yang terletak di sebelah gigi taring, dengan ukuran lebih besar dibanding gigi taring. empat di bagian atas dan empat di bagian bawah begitu juga gigi geraham yang berjumlah delapan, yang terbagi empat di bagian atas dan empat di bagian bawah bawah. Ada juga gigi geraham bungsu yang terletak di belakang gigi geraham, Gigi bungsu (An-Nawâjidz) biasanya muncul di masa dewasa, yakni sekitar usia 17-25 tahun

D. Asy Syafatan (Dua Bibir)

Dua Bibir (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Dua Bibir (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Bibir adalah organ tubuh yang terlihat di mulut manusia. Bibir terdiri dari bibir atas dan bibir bawah. titik pertemuan antara bibir atas dan bawah disebut tepi mulut. Fungsi bibir adalah untuk menjaga agar makanan tidak tercecer keluar, merasakan panas dan dingin makanan, berbicara dengan jelas dan untuk tersenyum.

Dalam pengucapan huruf-huruf Arab kadang bibibr dipadukan dengan ujung 2 gigi seri atas, yakni pada pengucapan huruf ف.

E. Al Khaisyum (Pangkal Hidung)

Ghunnah Suara yang keluar dari pangkal hidung (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Ghunnah Suara yang keluar dari pangkal hidung (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Pangkal hidung adalah bagian atas dari batang hidung manusia yang bertumpangtindih dengan tulang hidung. Dari sini keluar suara Ghunnah atau dengung.

CARA-CARA TERBENTUKNYA SUARA

Dalam fisika, bunyi atau suara adalah adalah getaran yang merambat melalui udara hingga terdengar oleh telinga manusia.

Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.

Diantara cara-cara terbentuknya suara adalah sebagai berikut :

1. Benturan antara 2 sisi benda (Tashadum)

Seperti pada Pukulan Palu pada kayu atau Tepukan tangan.

Benturan 2 benda menghasilkan suara (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Benturan 2 benda menghasilkan suara (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Pada Huruf-huruf yang disukun, diucapkan dengan membenturkan dua sisi organ pengucapan(Tashadum). Misalnya Mim Sakinah yang terbentuk dengan cara membenturkan kedua bibir.

Mim Sakinah terbentuk dengan membenturkan kedua bibir (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Mim Sakinah terbentuk dengan membenturkan kedua bibir (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

2. Menjauhkan/Memisahkan kedua benda yang terikat kuat (Tabâ’ud)

Seperti Kayu yang dipatahkan atau kertas yang dirobek.

Menjauhkan 2 benda yang terikat kuat mengjasilkan suara (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Menjauhkan 2 benda yang terikat kuat mengjasilkan suara (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Pada huruf-huruf yang berharakat diucapkan dengan menjauhkan kedua sisi organ pengucapan. Misalnya Mim berharakat Fathah diucapkan dengan menjauhkan dua bibir yang awalnya rapat.

Mim berharakat Fathah diucapkan dengan menjauhkan kedua bibir (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Mim berharakat Fathah diucapkan dengan menjauhkan kedua bibir (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

3. Menggetarkan Suatu Benda dengan benda lain (Ihtizâz)

Misalnya penggaris yang digetarkan di atas meja.

Menggetarkan penggaris dengan meja menimbulkan suara (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Menggetarkan penggaris dengan meja menimbulkan suara (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Pada Bunyi Madd (Bacaan Panjang) diucapkan dengan menggetarkan Pita suara. Misalnya ketika membaca Alif.

Suara Alif dihasilkan dengan menggetarkan pita suara, membuka mulut dan lidah dalam posisi rileks/mendatar (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Suara Alif dihasilkan dengan menggetarkan pita suara, membuka mulut dan lidah dalam posisi rileks/mendatar (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

4. Gesekan dua benda yang keras (Ihtikâk)

Misalnya gesekan gergaji pada kayu.

Gesekan gergaji pada kayu menghasilkan suara (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)

Gesekan gergaji pada kayu menghasilkan suara (sumber gambar : Tajwid Al Mushawwar)